Rabu, 23 Desember 2009

Ilmu Badi’

BAB I
PENDAHULUAN





Ilmu Balaghah adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menyusun kalimat dengan baik dan bagaimana mengucapkannya secara benar. Dan dalam makalah yang kami buat ini akan emmbahas tentang Ilmu Badi’ yaitu ilmu untuk mengetahui macam-macam cara dalam memperindah pembicaraan yang mutabiq dengan muqtadhol hal.
Semoga makalah yang kami buat ini bermanfaat buat mahasiswa atau mahasiswi yang ingin mengetahui ilmu balaghah secara mendalam dan bisa diamalkan sebagaimana mestinya.



BAB II
PEMBAHASAN


A. Ilmu Badi’

هو علم يعرف به وجوه تحسين الكلام المطابق لمقتض الحال

Ilmu badi’ adalah ilmu untuk mengetahui macam-macam cara dalam memperindah pembicaraan yang mutabiq dengan muqtadhol hal.
Jalan untuk memperindah kalam ini ada yang dititikberatkan pada memperindah makna dan ada pula yang dititikberatkan pada memperindah lafadz.
Dihitung dari macam-macamnya, badi’ dibagi :
1. Badi’ Muthobaqoh, yaitu mengumpulkan dua lafadz yang berhadapan.
2. Tasabuhu-athrof (serupa ujungnya), yakni antara permulaan kalam dan akhirnya.
3. Muwafaqoh, yaitu mengumpulkan suatu perkara dengan perkara yang berbandinfan akan tetapi tidak bertentangan.

B. Al-Muhassinat Al-Lafdziyyah
Al-Muhassinat al-lafdziyyah adalah gaya bahasa yang menjadikan kata-kata lebih indah dan enak untuk didengar dari segi lafadz atau artikulasi bunyinya. Misalkan gaya bahasa saja’, iqtibas dan jinas.
1. Saja’ yaitu gaya bahasa yang menunjukkan adanya kesamaan bunyi huruf akhir
Dalam setiap fashilah (kata terakhir dalam setiap ungkapan). Contoh :

اللهم اعط منفقا خلفا واعط ممسكا تلفا

“Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang suka berinfak dan berikanlah kerugian bagi orang yang kikir”.
2. Iqtibas yaitu gaya bahasa yang mengutip redaksi Al-Qur’an atau Hadits menjadi bagian ungkapan kita dengan tanpa menegaskan bahwa kutipan itu berasal dari keduanya. Contoh :
قد كان ما خفت ان يكونا * انا الى الله راجعونا
“Telah terbukti apa-apa yang aku takuti akan terjadinya , biarlah karena kita semua akan bpulang kehadirat Allah”.
Contoh yang lain :

الحمدلله الاحد,الفردالصمد, الدي لم يلد ولم يلد, ولم يكن له كفوا احد
“Segala puji bagi Allah Yang Maha Esa, Tunggal dan menjadi tempat untuk bernaung. Yang tidak melahirkan dan tidak juga dilahirkan, serta tidak ada seorangpun yang sebanding dengan_Nya”.
3. Jinas, yaitu gaya bahasa yang memadukan keserupaan bunyi dari dua kata yang maknanya berbeda atau kemiripan pengungkapan dua lafadz yang berbeda artinya. Jinas ada dua macam :
a. Jinas Tam, yaitu kemiripan dua kata dalam empat hal, macam, hurufnya, syakalnya, jumlahnya dan urutannya. Contoh :
ويوم تقوم السا عة يقسم المجرمون ما لبسواغير سا عة
“Dan ada hari terjadinya kiamat, bersumpalah orang-orang yang berdosa : mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat ( Q.S. Ar-Rum, 30)
b. Jinas Ghair Tam, yaitu perbedaan dua kata dalam salah satu dari empat tersebut. Contoh :
•     •    
“Adapun terhadap anak yatim, kamu jangan berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang-orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya”. (Q.S. Adh-Dhuha : 9-10)





BAB III
KESIMPULAN



Ilmu badi’ adalah ilmu untuk mengetahui macam-macam cara dalam memperindah pembicaraan yang mutabiq dengan muqtadhol hal.
Al-Muhassinat al-lafdziyyah adalah gaya bahasa yang menjadikan kata-kata ebih indah dan enak untuk didengar dari segi lafadz atau artikulasi bunyinya. Misalkan gaya bahasa saja’, iqtibas dan jinas.
1. Saja’ yaitu gaya bahasa yang menunjukkan adanya kesamaan bunyi huruf akhir
2. Iqtibas yaitu gaya bahasa yang mengutip redaksi Al-Qur’an atau Hadits menjadi bagian ungkapan kit dengan tanpa menegaskan bahwa kutipan itu berasal dari keduanya.
3. Jinas, yaitu gaya bahasa yang memadukan keserupaan bunyi dari dua kata yang maknanya berbeda atau kemiripan pengungkapan dua lafadz yang berbeda artinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

iklan